LIFE · story · The Journey

Wajah Perempuan, Restrospeksi Film Indonesia

foto 2 (3)
Usai monolog, tanya jawab tentang film. Semua yang terlibat berfoto.

Dua pekan lalu, tanpa sengaja setelah membaca akun Instagram @dominiquediyoseofficial saya datang ke sebuah event film, tepatnya live streaming monolog restrospeksi sinema dalam wajah perempuan.

Hari Minggu sehabis latihan renang, cusss lah bersama seorang teman ke Grand Indonesia. Tempat event tersebut di Galeri Indonesia Kaya,… wah asik nih, saya sudah sering kesana tapi buat meliput. Jadi hari Minggu itu saya sengaja sempetin datang untuk menikmati 100% moment dengan monolog restrospeksi itu. Bukan ngetik di notes dan buat beritanya 😀

Konsep dan sutradara dalam monolog live streaming ini Reza Rahardian sendiri, dengan narasi yang ditulis oleh Garin Nugroho, dan musik mengiringi monolog yang dibacakan oleh Chelsea Islan, Dominique Diyose, dan Cut Mini.

Inti dari monolognya mengungkapkan sosok  perempuan  yang banyak memberi inspirasi dalam sinema Indonesia. Kekuatan perempuan tak jarang memberi sari pada cerita dan menjadi sorotan utama sebuah film. Reza Rahardian mengandeng para aktris berbakat tanah air, bersama-sama menghadirkan restrospeksi wajah perempuan dalam film-film terbaik Indonesia.

foto 1 (7)
Tahu sendiri Galeri Indonesia Kaya sebesar apa? Karena datang terlambat saya dapat posisi duduk yang kurang pas.

Secara singkatnya ketiga aktris mengungkap dari sisi berbeda restrospeksi film Indonesia. Di sesi pertama, Chelsea membuka disusul Dominique dan Cut Mini. Dari tiga artis tadi cuma kata-kata Cut Mini yang saya ingat, hahaha mungkin karena cara dia membacakan ngena banget. “Film adalah mimpi,” begitu intisarinya…

Di tengah-tengah monolog Sita yang dulunya salah satu anggota RSD (Rida, Sita, Dewi) kemudian nyanyi. OST Cha Baw Kan yang dulu sempet dinyanyiin grup musik Warna judulnya “Waktu Kan Menjawab”. Merdu banget, sampai gemetar mendengarnya.

Terakhir ada tanya jawab tentang film. Disini yang bertanya mereka yang datang sebagai penggemar film. Ada yang bertanya tentang film Indonesia favorit mereka apa?… Chelsea menyebut Cut Nyak Dien, Sita bilang Daun Di Atas Bantal, terus Cut Mini suka Badai Pasti Berlalu. Dominique menjawab kalau film favoritnya Berbagi Suami, soalnya dia main disitu… hahahaha disini Cut Mini banyak ngelawak, eh terus Reza? apa ya kok saya lupa…

Ah ini sih sekedar sharing aja, ujung-ujungnya sebenarnya di akhir menurut saya adalah publikasi media soalnya banyak banget wartawan tv. Akhirnya monolog ini bikin nambah wawasan soal film dan awarness tentang mencintai atau menghargai industri ini. Saya juga jadi ngitungin, kapan ya terakhir kali nonton film Indonesia???

Advertisements

3 thoughts on “Wajah Perempuan, Restrospeksi Film Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s