LIFE · story

Perjalanan Masih Panjang, Hijab (II)

Pagi itu aku bermimpi, aneh sekali.

Aku berjalan bersama mama ke pasar berniat belanja ini itu. Di sebuah kios mukena dan pakaian muslimah kemudian kami berhenti. Terjadilah percakapan antara pedagang dan pembeli, tawar menawar, pilah memilah barang.

Kenapa mukena ya? Entahlah di mimpi itu aku ingin beli mukena. Ketemulah model mukena yang cocok untuk dibawa sehari-hari kalau perjalanan jauh. Bahannya ringan, warnanya soft dan harganya lumayan sesuai pasaran. Tak mahal dan tak murah juga.

Akhirnya aku dan mbak penjual mukena sepakat dengan harga. Tapi aneh, si mbak lalu tiba-tiba bilang. “Kalau mukena yang itu sudah nggak ada, lagi di cuci,”

“Hahhhh, dicuci? kok bisa,” aku membatin aneh, padahal mukena itu tadi ada. Lalu sekarang katanya dicuci.

Selang tak berapa lama akhirnya aku memutuskan untuk tidak beli. Ya begitulah aku, kalau nggak sreg nggak mau maksain. Beli apapun harus sreg dulu. Biasanya mau yang nyaman dipakai dan kualitas bahannya bagus.

Kemudian kami pindah toko. Aku lihat di pasar itu ada tiga kios yang menjual jilbab termasuk mukena dan pakaian muslim. Semua pedagangnya perempuan yang memakai jilbab. Kesana-kesini, akhirnya aku berhenti di satu toko lagi. Mama masih mengikuti dan kali itu entah kenapa aku justru malah membelikan mama.

“Ini Mah, cocok buat mama. Mama aja yang beli ya, aku nanti aja.” selorohku sambil memberikan jilbab itu ke mama.

Pagi subuh itu aku terbangun. Gambaran mimpi itu masih jelas, hingga aku ternganga sendiri memikirkan maksud dibalik itu. Mukena yang dicuci, apakah maksudnya? apakah aku memang harus kembali mensucikan niatku lagi berhijab? Lebih ikhlas bukan karena kewajiban semata, tapi ingin taat? aku bertanya-tanya lagi.

Ku ceritakan mimpi tadi ke mama dan dia hanya tersenyum saja. Berkomentar “Namanya juga mimpi,”.

Tak sekali atau dua kali aku bermimpi soal hijab. Dulu sekali aku pernah bermimpi ada di sebuah pasar saat sedang melakukan perjalanan umroh dan bertemu pedagang yang menyuruhku membeli jilbab. Sebelum-sebelumnya hampir sama.

Advertisements

3 thoughts on “Perjalanan Masih Panjang, Hijab (II)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s