LIFE · love · story · The Journey

People Come and Go, But The Best Will Stay :)

Kehidupan itu silih berganti. Pernah mendengar istilah “People Come and Go”? Kalau dicermati lagi, kehidupan dari TK, SD, SMP, SMA, Universitas sampai di dunia kerja yang penuh dengan segala upaya survive buat sukses di sekolah, pekerjaan dan di kehidupan pribadi, kamu akan mengerti istilah ini.
Saya belakangan kembali merasakan, akhir tahun 2015 ketika tahu mana teman yang sekedar kenal aja atau menetap jadi best friends. Ya, sebelum-sebelumnya juga sih, 2013, 2014 šŸ™‚

Hahaha bagi saya teman itu juga jodoh dan bisa menjadi teman itu karena memang ada sesuatu yang menarik dari pertemanan itu. Ada magnet yang membuat keduanya saling hampir tak bisa dipisahkan. Ciyeeee. Saya percaya banget hal itu berkat pengalaman.

Pada akhirnya temen-temenmu kamu labeli rangking dari 1-10 kenapa (disini saya sebutkan 5 saja) mengapa sebabnya? ya karena pertemanan itu juga ada chemistry. Biasanya kita pun memilih teman yang sejalan atau nyaman untuk berteman.

Peringkat 1 :

Teman sekaligus sahabat dan itu ternyata keluarga kamu. Iya, apa-apa kalau cerita pasti ke nyokap. Pasti tahu saya kenapa di kerjaan dan lagi punya masalah sama teman. Paling tidak dengan cerita ke nyokap dan tukar pikiran itu buat jadi lega. Nyokap bahkan dengan tepat bisa menebak dengan benar pria mana yang lebih baik lho…

Selain mama, adek sama papa itu selalu punya kata-kata yang ngademin hati. Habis dengar pendapat mereka pasti tenang bisa ketemu solusi. Orang yang akan masuk peringkat 1 nanti pastinya juga suami. Teman, sekaligus sahabat partner hidup.

 

IMG_4081
teman-teman se-profesi yang kalau liputan suka ngopi-ngopi bareng

Peringkat 2 :

Kehidupan silih berganti tapi teman yang menetap dan sampai sekarang jadi teman ya hanya sedikit. Dihitung jari, temen terbaik itu ada di saat susah maupun senang kita. Saat sedih kasih solusi.

Temen liputan saya dari sebuah lembaga kantor berita plat merah adalah satu diantara beberapa yang merupakan best friend. Temenan baru 5 tahun, tapi dari susah, dia patah hati, ganti pacar, nikah, saya yang setia dengerin dia. Begitu pun sebaliknya.

Sebenarnya kami berdua sangat bertolak belakang kepribadian. Dia meluap-luap, bawel, berani, tapi super baik. Saya kalem, serius, cocok banget sebagai pendengar. Tapi sebaliknya walau bawel dia juga pendengar yang baik. Berhubung dia 3 tahun di atas saya usianya.. Dia itu seperti kakak tapi tak pernah terkesan menggurui. Saran-sarannya banyak bisa dipertimbangkan lah.

Peringkat 3 :

Mungkin di peringkat ini adalah teman hang out maupun teman main. Tempat curhat saya yang ada banyak banget. Kalau dibilang mirip iklan Tanggo “ratusan”. Kebanyakan itu temen traveling, dulu pernah ngepantai dan ngegunung bareng. Saya sih tetep, sukanya curhat sama cowo sampai sekarang pun. Bukan cuma temen traveling, nara sumber kadang jadi akrab hahaha. Tak terlalu jauh atau bisa jadi dekat umurnya. Pernah hang out bareng, ikut acara musik ini itu.

Dipikir-pikir memang aneh. Teman satu gank saya waktu di SMA justru saat ini hilang kontak dan hampir tak pernah menyapa. Sementara teman traveling dan teman hangout saya justru yang dulu di SMP dan SMA nggak pernah akrab šŸ˜€

foto (2)
Baru temenan 5 tahunan, beda karakter dan gaya hidup hahaha. Jangan harap temen yang satu ini duajak susah-susah backpackeran. Tapi klik aja gitu jadi pendengar jadi yang didengar šŸ™‚

Peringkat 4 :

Entah kenapa teman kantor malah jauh. Mungkin karena saya kerjanya di luaran terus anak lapangan jarang ke kantor. Tapi justru banyak temen cukup kenal dekat dari sesama profesi karena sering liputan bareng, ada di satu bidang peliputan yang sama. Karena hampir tiap tahun pindah bidang liputan dari A-Z akhirnya juga temannya beragam. Hanya beberapa yang akrab. Karena berteman di social media saling teguran. Ini lebih ke teman yang untuk have fun.

Peringkat 5 :

Ini teman yang sekedar hubungan karena pekerjaan. Biasanya ya karena dia undang saya liputan, biasanya humas hotel, PR (Public Relation) agency, yang sejenisnya. Cuma beberapa yang klik dan punya kesamaan bahkan jadi teman.

Ada satu teman PR dari agency yang baik banget minta ampun, tulus banget sih menurut saya. Dia juga jadi sumber inspirasi, berhubung usianya di atas saya banget, temenan di social media lama-lama nanya soal kegiatan dia lari. Bikin saya jadi suka jogging terus sharing gimana supaya nggak cedera, pilih sepatu lari yang bagus gimana, bra untuk lari juga khusus penting banget, sampai bajunya. Sayang sekarang sudah almarhum.

IMG_2085
ini gank cumi, dulu juga sering liputan bareng

Walau awalnya karena pekerjaan, kehilangan teman yang menginspirasi seperti dia saya sedih.Terakhir kali ketemu, suatu waktu di mall bilangan Senayan dekat GBK (Gelora Bung Karno). Pas banget saya mau jogging sore dan dia mau fitnes. Tak pernah menyangka kalau itu ternyata pertemuan kami terakhir. Karena sebulan kemudian, dia dikabarkan masuk rumah sakit karena kanker otak dan sudah tidak ada ketika berapa waktu dirawat. šŸ˜¦

By the way biasanya temen kalau sudah deket banget itu nggak jaim-jaim an. Kalau Whatsap atau Line lama dibales, socmed nggak bales komentar ya santai aja. Nggak ada ngambek-ngambekan, nggak ada pencitraan. Justru kami malah becanda, kata-kataan, saling ejek-mengejek šŸ˜€

 

Advertisements

5 thoughts on “People Come and Go, But The Best Will Stay :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s