Backpacker · The Journey · Traveling

Budget Traveler, Time, Friends and Money

IMG_6510.JPG
Suatu hari di Lombok, semalamnya baru sampai hotel sehabis nyebrang dari pulau Sumbawa.

Cuti sangat berharga bagi kuli kantoran yang cuma punya jatah 12 hari dalam setahun buat bisa “liburan”. Bukan cuma waktu tapi soal dana, berhubung kan masih dapet transferan belum jadi bos-nya 😀 So, makanya biasanya kalau berencana untuk traveling harus pintar, membuatnya jadi efektif dan efesien.

Semakin sering jalan, semakin paham juga trik mengantisipasinya. Sekedar sharing aja, efektif ketika nge-trip itu seperti apa sih? By the way ini bukan nyontek dari mana-mana, berdasarkan pengalaman pribadi aja.

1. Sebisa Mungkin Tanpa Cuti

Ketika pergi, sebisa mungkin tanpa cuti. Biasanya pergi Jum’at malam dan pulang Minggu pagi. Kalau trip macam ini lokasinya masih yang deket-deket dari Jakarta misalnya seputar Lampung, Jawa Barat, atau cuma pergi sehari aja ke Bandung pulang pergi bisa.

Kalau teman yang lain bisa menggabungkan cuti mereka dengan tanggal merah, jadi hanya ambil cuti 1 hari tapi pergi 4 hari digabung dengan hari libur Sabtu dan Minggu. I’m sorry to say, tanggalan merah tidak berlaku bagi kuli tinta 😦

IMG_7569
Tidur-tiduran di gunung, melepas lelah menikmati atmosfernya 🙂
2. Satu Dua Pulau Terlampaui

Sekali jalan minimal dua destinasi terlampaui. Ini saya terapkan ketika misi traveling ke Indochina. Jadi seminggu bisa dapet 3 kota atau negara tujuan, dimana itu merupakan perbatasan darat. Misalnya Bangkok-Phenom Phen-Saigon (tiga kota tiga negara). Waktunya bisa 5-7 hari waktu trip dan itu pilih-pilih juga site penting, unik, menarik yang dikunjungi.

Saat ke Gunung Rinjani juga, saya sekalian menyebrang ke pulau Sumbawa. Jadi dalam seminggu bepergian ada destinasi gunung, snorkling di laut, nginep di pulau Kenawa, dan pergi ke museum di Kota Sumbawa Besar. Semua bisa didapat dengan budget hanya sekitar kurang dari 4 juta karena sharing cost bareng teman (PP dengan pesawat).

Biasanya trik lain saya cari juga pesawat yang transit di Changi Airport, lalu cari waktu transit yang lebih dari 6 jam, ini biasanya maskapai asal Australia (Jet Star) hahaha lumayan bisa mampir sebentar kemana naik MRT kan. Bagasi bisa dititip di bandara tapi bayar, cuma kalau pergi backpacker kan bawa tas backpack aja jadi dibawa kemana-mana.

3. Pilih Jalur Searah, Jangan Bolak Balik

Pernah saat ke Phenom Phen saya jadi bolak balik, itu karena tidak ada pilihan sebenarnya. Berhubung bareng teman, mereka sampai duluan di Siem Riep, Kamboja dari Bangkok lewat jalur darat. Kami janjian ketemu di Siem Riep karena besok paginya akan ke Angkor Wat. Nah saya dapet pesawat yang bandaranya di Phenom Phen. Tahu sendiri jarak Phenom Phen ke Siem Riep itu sekitar 6 jam perjalanan, jadilah harus naik bus kesana.

Terlanjur, itinerary sudah disepakati keburu beli tiket pesawat, lagi pula penerbangan langsung Jakarta-Siem Riep tidak ada. Hanya saya yang bolak balik begini (Phenom Phen – Siem Riep – Phenom Phen). Padahal di Siem Riep hanya satu hari dan malam hari kami menuju Phenom Phen lagi untuk eksplore situs bersejarah di kota ini, tepatnya Killing Field dan Penjara Tuol Sleng.

IMG_6064.JPG
Yang kaya gini jangan ditiru, bawa barang juga harus ringkas. *Padahal itu tas gendolan biru punya gw yang lagi dibawain* 😀

4. Efektif Juga Barang Bawaan

Bukan cuma waktu dan budget. Dalam hal barang bawaan juga harus ringkas. Jangan sampai mengganggu kamu saat traveling. Saya kapok, kalau ke gunung bawa tentengan tas. Pengalaman, cukup semua dimasukan di dalam backpack ukuran 50L. Kalaupun bawa tas tambahan itu tas gemblok lipat untuk muncak, cuma buat bawa air mineral dan kamera.

Baju dan perlengkapan perempuan memang lebih banyak, tapi sebisa mungkin terapkan konsep mix and match karena yang paling penting juga pakaian dalam. Kamu bisa laundry yang sehari jadi, pas backpack di Vietnam dan Thailand ada banyak tempat laundry sepanjang ruko dan biasanya deket deretan agen travel.

Kalau ke gunung biasanya juga jarang mandi kan (siapa juga mau mandi disana dingin banget gitu). Cuma kalau ketemu air terjun harus banget mandi disana. Pakaian dalam paling penting sehari ganti aja pakaian luar. Sementara jaket outer terbilang dipakai berkali-kali, jadi cuma bawa 1 untuk 4 hari ngegunung.

Nah kalau ke pantai, berdasarkan pengalaman baju pantai cenderung tipis.  Habis basah-basahan biasanya saya jemur lagi. Gitu aja terus, di perahu selama perjalanan laut jemur cardingan. Jadi lucu kalau diingat-ingat.

5. Hemat Waktu Tidur di Perjalanan

Nah, soal waktu tidur juga bisa dipangkas dengan melakukan perjalanan malam. Saat akan ke Muine di Vietnam Selatan, saya naik sleeper bus dari Saigon saat jam malam dan sampai lokasi subuh pas banget dengan waktu jemput mobil Jeep yang dipesan untuk mengantar ke lokasi padang pasir. Selain hemat waktu bisa hemat biaya menginap juga. Jadi inget, pilihannya saya jadi jarang mandi kalau begini.

IMG_6067.JPG
Jangan lupa cari temen buat sharing cost ya, biar lebih hemat dan efektif traveling-nya 🙂

6. Pilih Sharing Cost Bukan Ikut Open Trip

Ikut open trip jelas lebih mahal daripada sharing cost karena pergi bareng teman. Tapi itu juga pilihan, karena ketika pergi solo trip juga kamu tetap bisa sharing cost asal mau modal berani ngajak ngobrol traveler lain aja.

Waktu pertama kali sampai di Phenom Phen, saya terpaksa naik Tuk Tuk tanpa sharing cost dengan traveler lain, karena keburu waktu berangkat  bus ke Siem Riep. Mungkin lain kali harus lebih santai waktunya untuk mencari teman sharing cost. Sudahlah relakan USD$ 4 buat naik tuk tuk sendiri.

Advertisements

2 thoughts on “Budget Traveler, Time, Friends and Money

  1. setujuhhh … kalau smart, dari awal sudah buat perencanaannya ..jadwal, itenary, bawaan, dll.
    saya tipikal yang pakai rencana … ya supaya hemat dan sekali jalan dapat ke beberapa tempat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s