Indonesia · JAVA - Indonesia · MALANG - Indonesia · MOUNTAIN · story · The Journey · Traveling

Kejadian-kejadian Aneh Di Gunung

IMG_7562
Bekas-bekas kebakaran di Semeru, Oro-Oro Ombo setelah Tanjakan Cinta. Guys, para pecinta alam, ke gunung jangan merusak ya!

Malam minggu kemarin. Obrolan saya sama temen barengan naik gunung ditutup dengan kesimpulan bahwa, sepertinya kemungkinan dia nggak jadi ikutan karena nggak berani ngegunung kalau lagi M alias “datang bulan”.

Saya setuju. Memang sebaiknya jangan ke gunung kalau lagi M. Selain gunung selalu dikatakan sebagai tempat suci. Ada banyak kejadian-kejadian aneh yang absurd banget kalau diceritain.

Semoga tidak bosan sama cerita saya soal gunung. Tenang aja dunia saya juga sebentar lagi beralih dari gunung ke city traveling, terus pantai lagi, bukit, eh gunung juga kalo kangen. Hehe, tapi sepertinya tetap akan jadi pecinta alam sampai kapan pun, suka pantai dan tetap cinta udara atmosfer gunung. *nyengir 5cm*

Soal lagi M dan jangan ke gunung itu sempat saya alami waktu ke Semeru September 2015 lalu. Sejak dari pos pendaftaran lho ini sudah diwanti-wanti sama petugas disana yang galak-galak.

“Bagi yang perempuan kalau lagi halangan jangan muncak. Karena untuk sebagian orang gunung itu tempat yang dianggap suci,” pesan petugas.

IMG_7600
Suasana di Kali Mati, sepi yang nenda disini pada September 2015 lalu. Namanya Kali Mati, karena kali disini sudah tak mengairi air lagi.

Kata-kata ini memang bukan isapan jempol. Pernah temen ada yang nekat muncak disaat sedang M itu, lalu ada teman serombongan yang “digelendoti” makhluk halus hingga makin berat rasanya mendaki. Usut punya usut ternyata teman yang lagi halangan itu sempat ke Kali Mati, cuci dan sekedar mandi-mandi ayam sebentar disana.

Mungkin katanya darahnya sempat mengotori sekitar tempat disana. Terus ada makhluk yang mengikuti, tapi yang kena malah temen barengannya. Nah, kesian kan guys. Nggak bisa muncak, malah ada temen yang diganggu. Makanya mending jangan naik gunung dikondisi seperti itu.

Di Semeru kemarin saya pun anehnya tiba-tiba halangan di hari akan menuju Kali Mati. Setelah Tanjakan Cinta sudah mulai kerasa tuh, makan semangka di bawah pohon dari trekking lewat Oro Oro Ombo kok rasanya ini “dapet”. Sampai di Jambangan, cek cek ternyata iya.. Huhuhu sedih banget nggak bisa ikutan muncak malamnya.

Merelakan teman-teman yang lain bisa muncak. Tapi tok tok tok, jam 01.00-an pagi salah satu teman balik ke tenda dan cerita kejadian aneh. Jadi ada yang manggil namanya sampe 3 kali dan itu dipikir adalah guide kami.

IMG_7261
Atmosfernya melow banget pas saya berjalan menuju Ranukumbolo

Panggilan pertama dia cuekin, karena pikirnya halusinasi, lanjutkan perjalanan lagi kan akhirnya. Panggilan kedua mulai aware, duh duh kok lagi ya? Panggilan ketiga, sudah nggak enak ini tanda-tandanya. Karena perasaan nggak nyaman, akhirnya dia minta balik aja. Di tenda, ceritalah.

Satu tim ke Semeru akhirnya nggak ada yang sampai puncak. Dua teman yang ditinggal sebelumnya, ikutan menyerah, nggak lama sejam kemudian sampai di tenda. Besok paginya saya jadi mikir, ini apa karena saya ya? Masa iya? kan saya hanya sampai Kali Mati dan nggak ikut mereka.

Jadi agak merasa bersalah, tapi saya juga nggak merencanakan “datang bulan” dan sebetulnya tumben banget kok datangnya lebih cepat. Ini sangat aneh sebenarnya semacam nggak ditakdirin buat muncak saat itu atau disuruh kembali lagi kesana??? Entahlah.

IMG_7381
Jangan melakukan hal-hal aneh ketika di gunung, berkata-kata kotor, merusak alam. Keep calm, nikmati alam aja guys.

Sampai sekarang masih absurd aja sama kejadian itu. Jelas bulan itu tumben kecepetan banget jadwal bulanan saya. Terus jadi mikir soal kepergian kami ke Semeru ini yang sejak awal seperti banyak ujiannya.

Kejadian aneh, pas mau ke gunung itu adalah tanggal 13-17 Agustus 2015 ketika di hari H keberangkatan justru ada insiden yang membuat tim nggak bisa berangkat. Ada pendaki hilang. Bukan cuma hilang, beberapa ada yang meninggal. Tepat sehari sebelum jadwal keberangkatan kereta. Ini bikin pendakian ke Semeru ditutup sampai pendaki hilang itu ditemukan. Temen-temen yang mau berangkat ketar ketir, ada yang jadi parno, jadi galau buat berangkat. Keputusan akhirnya kita nggak berangkat.

Absurd masih lho. Yang lebih mengherankan lagi, di jam 12 siang-an pas banget dengan jadwal kereta kita berangkat lalu ada berita bahwa Semeru kembali dibuka. Aseemm banget kan guys?? Jam10-an pagi tim yang mau berangkat kumpul di Stasiun Gambir lalu kita cancel tiket dan ketemuan tanpa bawa carrier yang sudah di packing jauh-jauh hari.

Sejak saat itu, santai banget jadinya kalo mau ngegunung. Kalau ditakdirin berangkat pasti berangkat. Bahkan kalaupun itu mendadak ide buat trekking ke gunung atau kemana pun. Ngambil himahnya aja. Berhubung saya memang pantang menyerah dan lebih sering kekeuh sama sesuatu. Setelah ini lebih menyerahkan apa yang terjadi sama Tuhan lewat semesta tanda-tanda kebesaran-Nya. Santai saja. Rileksss Pam!

IMG_7201.JPG
Jangan serius-serius amat bacanya, hahahaha. Rilekssss nikmati pemandangan bagus 🙂

Kalau ditanya soal hal mistis di gunung sebenernya ada banyak. Tapi bukan saya sendiri yang ngalamin. Karena dari dulu memang nggak bisa lihat hal-hal gaib macam itu. Di Gunung Lembu misalnya, sempat ada teman yang melihat makhluk halus rame kumpul di kuburan dekat jalan menuju trekking selama muncak. Cuma dia yang lihat, itu masalahnya. Cuma dia yang merinding.

Di trek jalur Senaru, Gunung Rinjani yang merupakan hutan juga kejadian. Pas banget kami tiga rombongan pendaki nekat turun, padahal sudah malam. Bapak potter bilang jangan perjalanan malam, tetep namanya ngejar target besok pagi harus sampai pintu Senaru kan.

Kita akhirnya nekat turun dan melakukan perjalanan malam karena ada tiga tim yang bareng sekalian. Kalau cuma tim saya yang ber-4 itu juga nggak bakal berani. Pasti nenda di pos 3 jalur Senaru.

IMG_7522.JPG
Saking dijaganya, sekarang ada batas berkemah di Danau Ranukumbolo. Kami tak boleh lewat lebi dari pembatas garis ini, demi menjaga air danau tetap bersih. Eittts… jangan jadi korban film 5cm juga, boro-boro buat nyemplung. Haram hukumnya, kita semua kan minum dari air di danau ini 😀

Tapi betul juga kata bapak potter yang kita tanyain sepanjang jalan. Jangan turun saat malam, selain gelap dan bahaya juga ada hal mistis atau ketemu makhluk dari alam lain itu. Kan karena saya nggak bisa lihat juga, memang jam hampir pukul 00.00 kita masih lanjutin perjalanan. Ketua rombongan yang paling depan (sepertinya memang sudah sering naik gunung) pakai aba-aba stop dengan tanggan.

Dia bilang jangan berisik. Tolong yang ada bunyi kerencengan jangan bunyi. Terus kita berhenti sebentar hampir 5 menit. Ada suara burung hantu atau perkutut gitu. Besok paginya saya diceritain kan sama temen yang serombongan kalau semalam itu ada kuntilanak terbang di atas kita. Pas  ada suara burung hantu atau perkutut itu. Hiiiiiiiiii, nggak kebayang. Saya beruntung nggak bisa lihat.

Cerita lain dari teman, ada yang akhirnya kapok naik gunung karena ngeliat “makhluk”. Pas ke Merbabu katanya, dia lihat temennya itu tas carrier-nya didudukin sama nenek-nenek yang lagi ketawa-tawa. Terus kakinya lagi dipegangin juga sama “makhluk” dunia lain yang tangan kukunya panjang-panjang dan serem. Hiiiiiiiiiii nggak kebayang. Naudzubilahmindzalik jangan sampe liat.

IMG_7361.JPG
Semoga alam tetap lestari, buat hiburan kalau kita penat dari kesibukan aktivitas kota.

Nah, rencananya kalau lancar dan memang ditakdirin ya. Weekend depan saya mau ke Gunung Ceremai. Random aja, kebetulan dapet jadwal dan cocok jadwalnya ketemu temen-temennya yang mau ke Ceremai. Boleh googling, katanya banyak kejadian aneh juga disana. Cerita diikutin pocong, diikutin kunti, bahkan lagi makan dan berdoa juga ada yang melihat wanita berbaju putih memperlihatkan wajahnya.

Entahlah ya, saya nggak mau mikir macem-macem. Yang jelas kalau ke gunung niatnya yang baik, jangan berkata-kata kotor, merusak, atau melakukan tindakan nggak baik. Usahakan perginya terang benderang. Jangan pas gelap masih trekking nanjak atau turun. Walau ini kondisi bisa jadi tak terprediksi kadang.

Advertisements

12 thoughts on “Kejadian-kejadian Aneh Di Gunung

  1. Temenku pas di Gunung Salak, tidur di dalam tenda, bangun2 dah di samping kuburan. Hweeeeee… Gara2 pipis ga permisi. Terus ada lagi temen sehari setelah aku naik ke Gede, dia naik ke Gede via Surken (aku via Kandang Badak). Pulangnya kemalaman karena sempat rehat di Kandang Badak. Pas di Kandang Badak, temen rombongan dia cerita cewek yang meninggal di Kandang Badak (kasus 2012). Pas pulang dong… Dia serombongan kesasar (padahal dah sering mereka ke Gede). Mulai dari lihat rumah tak berpenghuni tapi pas didekati rumahnya menjauh, sampai ada tambahan cewek dalam rombongan mereka (awalnya berlima tapi pas dari Kandang Badak jadi berenam). Judulnya: Jangan sediiiihhhh…. Uda rombongannya ganjil, cerita misteri pula di gunung. Lengkaplah. Masi banyak lagi sih. Cuma ya… Kapan2lah kita lanjut lagi. Sapa tau bisa jadi buku “Serba-serbi Gunung”. Hehehehehehe…

    1. Tambah ngeri aja ceritanya sih, masih nggak kapok tapi ya ke gunung??? aku jadi was-was. Ke gunung tapi mau refreshing, mau udara segar, mau lihat langit tanpa dihalangi gedung-gedung, mau lihat sunrise kece, *banyak mau* niatnya baik kan 😀

  2. Ohh pantesan saya juga pernah waktu di semeru saya pulang dari kali mati langsung ke base camp itu dari siang jam 11 jalan sudah cepet banget cuma berdua temen yg harusnya nyampe masih terang nyatanya nyampe malem jam 8 itu jarang banget istirahat dan saya merasa berat di bahu itu bener bener berat tapi saya paksakan di perjalanan saya dengar suara harimau dari sebelah kanan pas di sekitar waturejeng jam 5-6 sore suaranya di sebelah kanan bunyi pertama masih di sebelah kanan kedua tetep persis di sebelah kanan ketiga juga saya langsung merinding waktu itu pas saya diperjalanan saya tanya teman saya dia tidak mendengar padahal itu di saya sangat jelas apa mungkin harimaunya di carriel saya ya? Tapi alhamdulillah sampai selamat

    1. Hehe ngeri banget. Ya intinya sih kita kan ada ditempat yg bukan tempat kita. Jadi jaga sikap baik baik berperilaku dan berucap. Yang harus disegani itu hanya Sang Pencipta tapi juga Dia yg akan melindungi kita kalau kita dekat pada-Nya.

  3. pernah camp di pos 3 merbabu via cuntel (kalau tidak salah ingat pos) karena pemandangannya indah dan luas juga untuk mendirikan tenda. Paginya kami ke puncak dan saat dipuncak, kami diberi tahu oleh seorang porter kalau tempat kami camp semalam adalah pasar setan. Malamnya kami masih camp lagi ditempat yang sama dan tenda yang semula berisi 3 orang menjadi 5 orang :D. untungnya tidak banyak yang “menyapa” kami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s