Indonesia · JAVA - Indonesia · MALANG - Indonesia · MOUNTAIN · story · The Journey · Traveling

Pendakian Semeru – Dangdutan Pagi, Pakde Angkat dan Semangka Dingin

 

 

IMG_7518
Pemandangan di depan Danau Ranu Kumbolo (dari samping). Berkabut, masih pagi sekitar pukul 07.00 waktu Malang.

Betapa jarangnya pemandangan saat-saat piknik ke gunung. Membawa tas carrier yang menggunung tinggi melewati pundak. Seperti apa orang yang tetap merasa gembira dengan lelahnya membawa beban sambil mendaki? Lalu kesenangan apa yang kerap datang dan membuat diri selalu rindu untuk kembali?

Kereta Ekonomi jurusan Jakarta – Malang baru saja tiba di stasiun sekitar pukul 01.00 dini hari. Hampir hening, tak banyak orang hingga kami rombongan trip ke Gunung Semeru (Gw, Esti, Vivi, Bonar) nggak begitu sempat memperhatikan sekeliling. Kami keluar stasiun, jalan mengekor sampai berhenti di satu sudut trotoar dan menunggu jemputan Angkot.

Menaruh barang bawaan, peralatan semacam trekking pole, bahan makanan dan bla-bla-bla. Ketawa-tawa sama kelakuan diri sendiri bawa tas carrier segede itu. Di dalam angkot, kami mulai ngobrol. Sambil melawan kantuk.

Nggak kebayang kalo kita perginya jadi ber-8 orang seperti di rencana awal ya, sempit banget angkot-nya ini pasti,” ujar Esti sambil ketawa-tawa.

IMG_7559
Istirahat sebentar, Bonar sama Vivi teman seperjalanan ke Gunung Semeru.

lalu celotehan Esti tadi disambut tertawaan oleh kawan yang lain. Jelas sekali seperti apa jadinya kalau kami berdelapan. Berempat saja dengan tas carrier setengah ukuran badan, rata-rata 50 Liter sudah bikin penuh. Bisa jadi tas carrier kami diikat di atas angkot sih, baru muat penumpangnya duduk di dalam kalau perginya berdelapan.

Hahaha, kebayang kalau ada Irol, Mbak Nana, dan Kaput yang akhirnya nggak jadi ikut, setelah satu penundaan. Berkat insiden pendaki hilang tepat sehari sebelum jadwal kereta berangkat. Gagal berangkat di bulan Agustus, tapi setengah rombongan kekeuh berangkat dan re-schedule pendakian di pertengahan September (2015).

Pagi buta, cukup dingin untuk orang Jakarta seperti kami yang lumayan kaget dengan perkiraan cuaca sejuk di Malang. Sekitar 25 menit kemudian sampai juga sewaan angkot di depan guesthouse, rumah tinggal warga sebagai tempat istirahat sebelum mulai mendaki.

Kepalang tanggung, hampir jam 02.00, tapi lumayan kalau sekejap pun dipakai tidur supaya badan lebih fit sebelum pendakian. Rencananya jam 09.00 setelah sarapan, kami dijemput mobil jeep menuju desa Ranupani. Tempat start mendaki, tapi seperti Tuhan tak kehilangan skenario menarik.

Malang itu cuaca dinginnya bikin beku, padahal ini sudah di dalam rumah lho… Esti sama gw berusaha tidur tapi nggak bisa-bisa karena dinginnya nusuk. Ganti posisi tidur menghadap ke samping, sambil ada adegan menggigil seperti orang kena meriang. Terus gw udah buka sleeping bag sama pake selimut tetep aja DINGIN. Hampir setengah jam rasanya bisa tidur lalu kebangun lagi, menggigil.

SONY DSC
Luaaaaaaasss banget Semeru 

Lah yang lain kemana? ternyata mereka ada di ruang tamu depan, tidur di bangku yang suhunya lebih hangat. Kita berdua ikutan pindah tidur disaat-saat adzan subuh sudah lewat (jam 4). Vivi, Bonar nyenyak banget tidurnya sampai tiba-tiba ada suara dangdutan keras banget. Jam 5 pagi, ada apa ini? mencari tahu, semuanya penasaran dan berhamburan keluar.

Jam 05.00-an lho ini tapi langitnya sudah agak terang, ohya ini kan Indonesia bagian tengah. Dan memang di samping ada tenda kawinan. Asoyyyyy…. gagal melanjutkan tidur sebelum pendakian gara-gara dangdutan pagi. Kita ber-lima ketawa-tawa aja terusnya sibuk packing dan ngantri mandi. Daripada kan,… nggak bisa tidur juga gara-gara suara keras dangdutan pagi 😀

Si bapak supir sepertinya memang nggak ingin kami sarapan di tempat yang biasa-biasa saja. Makanya setelah kemas barang bawaan dan jeep datang niat sarapan di warung dekat guesthouse malah keterusan hampir berkilo-kilo jauhnya.

IMG_7516.JPG
Ranu Kombolo, kepingin kesini lagi. Entah kapan tapi mau sampai ke puncak Mahameru.

“Pak ini kita nggak apa-apa sarapan yang deket aja soalnya jam 10 harus sampai Ranupani,” kata salah seorang dari kami, pake penekanan ngomongnya.

Tapi tetep aja lho, si bapak supir ngajak kami sarapannya jauh. Disebuah warung sederhana yang jualan pecel kami berhenti. Huffttt akhirnya, setelah naik turun, lewat sawah, ya … lumayan sih jadi banyak pemandanganya pagi-pagi. Sekalian menghemat waktu akhirnya pesan makanan buat lunch nanti, nasi pecel juga dengan telur dan sambal. Dibungkus.

Acara piknik ke gunung itu selalu ada aja adegan yang tak terduga sebelumnya. Sebetulnya bukan kalo ke gunung aja, traveling kemana pun juga. Bikin ketawa, padahal sebenernya diantara kami berlima yang pergi semuanya itu pembawaannya kalem-kalem. Kali ini kejadian saat tidur kita diganggu dangdutan pagi, terus sepanjang perjalanan bikin kita akrab sama potter dan akhirnya jadi kita panggil “Pakde” hahaha Pakde angkat ini, sampai nama aslinya juga lupa.

IMG_7572.JPG
Lihatlah segede apa tas yang kami bawa 😀

Pakde supperrrr, soalnya sering banget sampai duluan, terus dia naruh barang bawaannya dan balik buat bawain tas gw atau Esti ganti-gantian. Hahahaha. Saking baiknya juga, selesai dari pendakian pas makan malem sama sarapan sebelum pulang ke Jakarta kita masih dimasakin. Padahal udah bukan tanggung jawab dia masakin.

Kita diajak main ke rumahnya, terus nyobain menu gulai kambing (pas banget kan, kami ke Semeru saat libur tanggal merah Idul Adha). Makan di rumah penduduk dan bisa akrab layaknya saudara sendiri yang seperti ini bikin acara traveling lebih berkesan. Beda banget pastinya kalau nginap di hotel. (Nggak cocok juga Pam, naik gunung kok nginep di hotel). Hahahaha 😀

Dan ternyata ya di Semeru itu ada tukang jualan juga, bahkan buah semangka disana dinginnya bukan dari kulkas tapi mengejutkan segar dinginnya karena cuaca pegunungan. Ini jadi tak terlupakan, saat istirahat dari Oro-Oro Ombo terus dibawah pohon kita makan semangka dingin. Berhenti di Jambangan, juga ada mas-mas yang jualan Semangka dan gorengan. Jajan lagi…. untungnya bawa uang recehan di kantong Rp. 5000 dapet dua semangka. Segeeeerrr!!!

Hampir tiap pos pemberhentian pas jalan pulang pun selalu ada yang jual semangka. Tetep dengan rasa dingin pegunungan, jadi kalau haus beli semangka. Kalo laper beli tahu goreng, berkah banget buat penduduk sekitar. Tapi jualan di gunung, datang dan kembalinya jauhnya dari rumah penduduk di sekitar desa Ranupani. Ini mirip dengan pedagang di Gunung Papandayan yang susah payah jualan harus lewatin jalan seperti halnya para pendaki.

IMG_7437
Esti menikmati banget sesi merhatiin embun lebih dekat. Berasa semesta ini cuma milik kami, Semeru di bulan September pas banget lagi sepi.

 

Advertisements

9 thoughts on “Pendakian Semeru – Dangdutan Pagi, Pakde Angkat dan Semangka Dingin

      1. di pos pendaftaran yg kita diceramahin dulu lama 25an menit ga boleh ini itu,… hahaha jd pada takut. Alhamdulilah malah lebih bersih Ranu Kumbolo malah daripada danau Segara Anak di Rinjani (kaget juga)

  1. seru banget pengalaman untuk sampai ke semeru …
    keren bener ya semeru …. tenda sebanyak begitu masih dibilang sepi …. waktu peak-nya pasti sudah kayak pasar … kalau rame begitu .. nanti pedagang kaki lima juga akan kesana … buka lapak jualan … 😀

    1. Kerennn Semeru, makanya mau ke sana lagi buat sampai puncak Mahameru nya, hihihi semoga terkabul.. kalau bulan Mei kesana padang rumput di Oro Oro Ombo berubah jadi padang lavender berwarna ungu.

  2. Aaaaaaaaa… Jadi makin… makin… makin… pengen ke sini lagi. Insyaallah yang kedua ini tanpa kendala selamat naik turun ke Mahameru.
    Awalnya mau nekat berdua sama Pak Dhe, Pam. Soalnya kalo sendirian takut kesasar. Nekat aja. Pas Bonar denger, dia bilang ikut. Ya uda, gapapa. Kamu sama Ka Vi mau ikut juga gapapa. Insyaallah kami berangkat Mei atau Juli habis lebaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s