Backpacker · Indonesia · LOMBOK - Indonesia · MOUNTAIN · story · The Journey · Traveling

Awkward Moment for Me at Rinjani Mountain

Bayangin orang lagi mendaki dimintai tolong fotoin berkali-kali. (Ngeselin ya...) Maaf fotonya pas belum berhijab, tapi masih sopan kan (rambut keliatan dikit).
Bayangin orang lagi kepayahan mendaki dimintai tolong fotoin berkali-kali. (Ngeselin ya…) Maaf fotonya pas belum berhijab, tapi masih sopan kan (rambut keliatan dikit).

Cerita tentang perjalananku di Rinjani mungkin nggak akan ada habisnya kalau diomongin. Dan kepinginnya sih suatu saat nanti bisa ku buat jadi novel juga. Novel soal perjalanan ke gunung, apa saja yang terjadi dan ceritanya based on true story…. ahhhh ngimpi kali ya (ga apa-apa mimpi dulu lah).

Dari sekian banyak moment yang ku inget ketika perjalanan dengan sepenuh jiwa disana. Ini nih yang lucu dan awkward, janggal maupun aneh buat direkam lewat tulisan tersendiri. Hihihihi 🙂

IMG_6190
Rasanya dekat banget sama Matahari…. tiga ribu sekian meter di atas permukaan laut.

Moment after summit : 

Mungkin ini kebiasaan. Di tempat liputan, di kerumunan, dimana-mana kadang suka tiba-tiba mau sendiri terus menikmati moment tanpa di ganggu oleh orang yang ku kenal. Suka ngabur sendirian terus SKSD (Sok Kenal Sok Deket) sama orang yang nggak dikenal. Semacam lagi nyamar terus investigasi (mulai lebay). Nah itu juga kejadian di Rinjani.

Mencoba berbaur sama orang tak dikenal, bapak-bapak dari Surabaya sama beberapa orang dari gerombolan lain. Nanya-nanya kenapa mereka suka gunung, kenapa ke Rinjani, pacar atau istrinya kok nggak diajak?? pertanyaan biasa aja sih. Mereka memang pecinta gunung, pecinta alam rupanya, agenda setahun sekali minimal ngegunung. Walau istrinya juga anaknya nggak ada yang suka gunung, tetep ke gunung.

Please Take a Picture :

Minta tolong orang lain buat motoin, ya kalau itu lokasi traveling-nya kota besar besar dengan background tata kota masih biasa aja. Tapi ini agak keterlaluan sih, orang-orang yang lagi kepayahan mendaki malah direpotin buat ngambilin gambar background gunung anak Rinjani sama danau Segara Anak. Beruntung dari tiga orang pendaki nggak satupun lho yang nolak bantuin. Hahahahaha

Oke, satu pendaki capture-nya salah angle, lalu coba pendaki lain, sampai dapet gambar yang komposisinya betul. Tidak terlalu perfect, namanya juga bukan fotografer handal. Sampai sekarang kalau inget moment ini suka ngikik sendiri. 😀 😀

IMG_6224
Pas udah mau turun baru sadar, ternyata dini hari yang gelap gulita itu medan yang ku daki seperti ini. Susaaahhh

Cooking Class, Yeaaaahhh…..Goreng Bakwan yang Penuh Perjuangan :

Luar biasa banget waktu pertama touch down di Pelawangan Sembalun, 6-7 jam sebelum perjalanan lagi buat summit, tempat kemah kami yang kedua. Sore-sore sekitar jam 16.00 waktu Indonesia tengah, udah kecapekan dan harus bangun tenda. Para potter sibuk masak… ngintip sedikit ternyata lagi goreng bakwan dan tempe jaket… sampai ngidam banget rasanya sama bakwan.

By the way… malemnya ku “dikerjain” juga buat goreng bakwan sama tetangga kemping. Karena tetangga kemping kami baik banget sudah share menu makan malam. Aishhhhhh niatnya, bawa minyak goreng, tepung terigu, sayuran, terus belum lagi ada sosis dll…

Dan nggak mudah lho buat ngegoreng bakwan di gunung. Soalnya angin malam kenceng, jadi itu kompor apinya kan kemana-mana nggak fokus. Akhirnya sesi goreng bakwan saat itu memang memakan waktu banget. PR lah…. zzzzz, padahal kan harus tidur lebih cepet, akhirnya jam 10 malem baru selesai dan jam 00.30 bangun lagi buat berangkat summit.

Shower Time, Sumber Air Panas Alami di Dekat Segara Anak :

Ke gunung, jangan harap bisa mandi tiap hari. Dulu pertama kali ke Papandayan udah bawa peralatan mandi ternyata nggak begitu terpakai. Ngantrinya itu lho,…. bisa keramasin rambut aja udah syukur.

Nah pas di Rinjani, hari ke-3 baru bisa mandi … tapi senengnya mandinya di alam terbuka, air terjun yang merupakan sumber air panas. Fufufufu nggak pernah kebayang punya pengalaman mandi di alam bebas dan sepi seperti waktu di Rinjani dekat air terjun di Segara Anak. Gimana cara mandinya? pakai kain aja gitu sekalian berendem sekaligus sama lumut-lumut air terjun. Takut nggak ada yang ngintip? berhubung sepi nggak khawatir.

Kalau di gunung lama-lama akan terbiasa juga keadaan yang mungkin buat sebagian orang sedikit kurang nyaman ini. Nggak mandi, pipis ataupun pup dibalik pohon, rerumputan tinggi, atau kalau nggak ada pohon yaudah gali tanah dan nunggu pas hari sudah gelap. Kalau sudah begin jadi inget kucing di rumah. Bhahahahaha *enjoy it*

Sunset terakhir di saat menuruni Rinjani via Plawangan Senaru
Sunset terakhir di saat menuruni Rinjani via Plawangan Senaru. Ahhh nice!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s