JAVA - Indonesia

Pendaki,… Jangan Remehkan Lembu!!!

IMG_5983
View from Lembu mountain, not the best sunrise

Judul tulisan blog saya kali ini terilhami oleh celotehan salah seorang teman. “Jangan remehkan Lembu, cuma 2-4 jam sih, tapi nanjaknya itu loh,” gerutu Ika ke temen-temen yang lain. Dan kita semua serombongan sepakat bahwa Gunung Lembu yang berdekatan dengan Waduk Jati Luhur ini memang nggak bisa diremehin. Hoshh…hosh…hoshhhh :’p

Ketinggian Gunung Lembu memang kurang dari 1.000 mdpl, tapi karena jalur yang dilewati cukup terjal, terutama gradien drajat kemiringan yang tajam hingga membuat dengkul ketemu dengkul, lumayan menguras tenaga. Dan menurut saya pendakian di sini akan bahaya kalau kondisinya hujan, jalanan sangat licin.

Nah, pas perjalanan turun keesok paginya, sisa hujan semalam membuat tanah di Lembu becek. Nyaris serombongan nggak satu pun yang tak terjatuh, kepeleset saking licinnya. Tapi adegan terjatuh kenapa justru jadi cerita lucu ya? (ingat masa kecil main perosotan). Mending kalau jatuhnya itu cuma sekali, berkali-kali lhoo… turunnya itu kaki saya terasa gemetaran, sampai berfikir gimana caranya supaya nggak terjatuh. Cari jalan baru dimana tanahnya belum basah atau yang tanahnya masih banyak rumput atau pegangan pohon di sepanjang jalan. Terus ada rombongan lain yang justru sengaja merosot jalannya terlihat sudah ahli kepeleset.

Kami pergi sekitar ber-14 orang dengan menyewa dua mobil. Agak rusuh ini kalau pergi beda mobil, soalnya kita jadi tunggu-tungguan di perhentian kilometer tertentu supaya bisa bareng.. Lain lagi soal rombongan mobil yang satu kepingin makan di sini, rombongan satunya mau makan disana.

IMG_5991
Sebagian yang ikut Trip Lembu

Saya jadi mahfum kenapa ada nara sumber yang sempat bilang kalo dia lebih suka pergi traveling sendiri atau maksimal cuma pergi ber-3. Rempong yes (tergantung sudut pandang)…. bagi yang suka rame atau berisik nampak tidak masalah. Karena traveling itu seharusnya kan quality time buat tiap orang dan harus dinikmati, ya kalau ternyata traveling yang agak rusuh adalah sisi menyenangkan bagi seseorang itu bukan sesuatu yang salah.

Never mind, saya lagi nggak fokus sama hal itu tapi saya bete kalau di hari Sabtu saya pergi nge-trip masih menyisahkan sedikit lagi pekerjaan. Lalu mood akan hilang seketika, tidur yang kurang diganti saat perjalanan di mobil. Dan kepergian ke Lembu ini sekedar hanya latihan fisik aja ya sebelum perjalanan ke Lombok, Rinjani.

By the way, Gunung Lembu bukan tujuan awal kemping di pelarian weekend kali ini. Rencana awal kami itu ke Gunung Gede, tapi karena memang belum izin-Nya kesana kan, sampai penghujung hari H keberangkatan ke Gede pun diundur karena event maraton, terus bulan puasa kan udah deket, jadi nggak memungkinkan.

Menurut saya dari segi keindahan Lembu itu biasa aja, sepanjang hutan, sama bukit (minta ditimpuk banget karena ngebandingin sama Rinjani). Tapi bisa menghirup udara segarnya bagi kaum urban yang kesehariannya kena polusi di Jakarta itu jadi kebahagiaan sederhana. Sekalian lah bisa latihan fisik dan mental, mengenal medan gunung yang berbeda untuk ditaklukan. Cukup pergi Sabtu pagi dari Jakarta, kemping semalam dan hari Minggu siang kamu bisa pulang. (Kemping Ceria)

Masih penasaran nggak sama nama Lembu? waktu disana sih cuma menemukan beberapa Lembu (Sapi), tapi kotoran sapinya lebih banyak, katanya itu yang membuat tempat ini disebut sebagai Gunung Lembu.

IMG_5935
Sampai di lokasi sumber air, view Waduk Jati Luhur-nya udah terlihat
Advertisements

4 thoughts on “Pendaki,… Jangan Remehkan Lembu!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s