JAVA - Indonesia

Dibalik Dapur Pembuatan Batik Banyumas

November 2014 silam, berkat undangan dari Sampoerna Foundation saya berkesempatan melihat lebih dekat pemberdayaan revilatisasi kembali salah satu kekayaan yang hampir terlupakan dari satu daerah di Jawa Tengah, yakni batik Banyumas. Tak seperti batik di daerah Pekalongan yang lebih terkenal, batik Banyumas hampir tenggelam karena zaman.

batik 2
Batik ketika sudah finishing product

Dan disinilah saya, kembali melihat geliat untuk memperkenalkan kembali motif-motif guratan asli yang dibaliknya punya cerita sejarah. Lewat foto-foto ini paling tidak kita bisa tahu betapa luasnya kekayaan Indonesia dan bagaimana pengrajin membatik step by step.

Pada era 1970-an batik Banyumas sempat populer. Namun kini, keberadaannya semakin tergeser. Meski trend batik sedang naik daun, tapi batik Banyumas serasa sulit menembus kecenderungan tersebut. “Batik Banyumas masih kalah pamor dengan batik Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta,” tukas Pengamat Budaya dari Universitas Soedirman, Bambang Widodo.

Hal ini menurut Bambang dikarenakan tuntutan pasar dimana batik lain lebih diminati, sehingga para pembatik Banyumas lebih tertarik untuk menjiplak motif dan warna batik dari daerah lain. Motif batik Banyumas yang cenderung monoton pada warna warni alam, membuat produk batik Banyumas sangat tersegmen hanya pada pasar khusus yang cenderung menengah ke atas dan kolektor batik klasik.

DSCN2269
Proses paling awal dari membatik dengan malam dan membuat motifnya

Perkembangan batik Banyumas mengalami stagnansi juga sebab para pengerajin batik tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan membuat produk dengan desain dan kualitas yang dapat menembus dan bersaing di pasaran.

Produk turunan yang dibuat saat ini pun masih terbatas berupa sprei, bed cover, baju, dan tas sederhana. Belum ada inovasi produk lain dengan desain yang menarik dan berkualitas yang mampu menembus pasar yang lebih tinggi dan luas.

Nuri’ah, Pelatih program revitalisasi Batik Banyumas yang juga pengrajin batik tulis, mengatakan kebanyakan pembatik yang ada di Banyumas saat ini merupakan pembatik generasi lama. Karena itu program revitalisasi Batik Banyumas juga merekrut dari berbagai kalangan terutama generasi muda untuk dapat mengenal motif Batik Banyumas yang asli.

“Kita sertakan juga generasi lama pembatik, agar memotivasi yang muda,” tuturnya saat ditemui di sela-sela pelatihan.

Selain itu menurutnya hal itu juga dilakukan agar bagi mereka yang sudah mahir bisa memberi contoh yang muda dengan cara melihat dulu pembuatan batik.

“Saat ini di Banyumas, lebih banyak dikenal batik tulis kombinasi, sementara batik khas banyumas sekarang sudah jarang jadi kita harus cari motif pakemnya,” Sebut Nuraini Wijayanti atau yang akrab disapa Ninuk dari Program Officer dari Sahabat Wanita.

Adapun Batik khas Banyumas yang sangat khas cirinya memiliki banyak titik sementara warnanya cenderung ke arah cokelat dan hitam. Banyak jenis batik dari berbagai provinsi kini terancam punah, salah satu diantaranya adalah Batik Banyumasan, yakni Batik Pedalaman khas Banyumas – Purwokerto.

batik 3
proses perebusan dalam membatik dilakukan diruang dalam pabrik

Hampir punahnya batik Banyumas disebabkan oleh beberapa hal,  diantaranya mulai hilangannya identitas para pembatik dalam menghasilkan karya batik yang autentik. Kini para pembatik Banyumas lebih tertarik untuk menjiplak motif dan warna batik dari daerah lain.

Alasan lainnya adalah para pengerajin batik tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan membuat produk dengan desain dan kualitas yang dapat menembus dan bersaing di pasaran. Hal tersebut mendasari Putera Sampoerna Foundation melalui Sahabat Wanita untuk melakukan pelatihan batik sebagai upaya pemberdayaan kelompok wanita guna menyelamatkan dan melestarikan Batik Banyumas yang terancam punah.

“Batik Banyumas tidak terlepas dari pengaruh budaya seperti, Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan,” kata Bambang.

Dahulunya batik ini dikembangkan oleh para pengikut Pangeran Diponegoro yang tersingkir dan kemudian menetap di daerah Banyumas. Kerajinan batik ini berawal dan berpusat di daerah Sokaraja,” jelas Bambang.

??????????
Proses selanjutnya, finishing, penambahan warna. Batik Banyumas sendiri sebenarnya cenderung berwarna alam, namun kini banyak dipengaruhi warna yang lebih cerah agar terlihat modern.

Lebih jauh Bambang mengatakan, Batik Banyumas identik dengan motif Jonasan, yaitu kelompok motif non-geometrik yang didominasi oleh warna dasar kecoklatan dan hitam dengan warna pelataran kuning tua.

Berbagai motif berkembang hingga saat ini, diantaranya adalah lumbon, sekasurya, sidoluhung, jahe pugor, cempaka mulya, kawung jenggot, madu bronto, satria busana, sekar jagad, sidomukti, dan piring sedapur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s