LAMPUNG - Indonesia

Pahawang Trip – Pak Lurah, Selfie, dan Kancut yang Hilang

IMG_0488-1.JPG
cakep banget kan laut-nya

Perjalanan ke pulau-pulau terpencil di Indonesia, selalu bikin saya kangen. Termasuk ketika diajak dalam satu rombongan trip bareng teman-teman baru ke pulau Pahawang di Lampung. Kebetulan juga bagi saya, ini pertama kalinya naik kapal ferry segede itu melintasi selat Sunda. (Duh, noraknya)

Mencapai Pahawang, membutuhkan waktu 18 jam pulang pergi. Menurut hitungan saya begitu, dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak butuh 3 jam perjalanan dengan bus. Selanjutnya kita perlu menyeberang selat Sunda dengan Kapal Ferry sekitar 3 jam juga untuk mencapai Pelabuhan Bakahueni, Lampung.

Kemudian dengan perjalanan darat masih harus ada rentang waktu 3 jam menggunakan bus menuju Pelabuhan Ketapang. Sebuah pelabuhan kecil, tempat kita naik kapal-kapal kecil menuju pulau-pulau yang tersebar banyak sepanjang lautan di ujung selatan pulau Sumatera ini.

Kelihatannya melelahkan ya, tapi memang dasar traveler, kita pergi nggak pakai waktu cuti (kecuali saya, yang cuti sehari karena jaga-jaga kalau ada liputan mendadak di hari Sabtu). Kami berangkat Jumat malam, sampai Bakahueni hari Sabtu waktu Subuh, terus Minggu siang udah berangkat pulang supaya jam 12 malam udah sampai lagi di Jakarta.

IMG_0322.JPG
selfie sukaesih di Pulau Pahawang

Tidur dan istirahat hanya sempat beberapa jam di ruang lesehan kapal dan saat di bus. Seriusan lho ada Lesehan Class di kapal Ferry, kamu harus bayar Rp. 6000 untuk itu. Bahkan kalau pinjam bantal dan selimut. Jadi kebanyang kan gimana kita ber-29 ditumpuk jadi satu di dua sisi ruang lesehan. Saya aja susah tidur, kan lantainya cuma carpet. Tapi uupss diantara kita ada Caroline a.k.a Olin yang susah banget dibangunin padahal kapal hampir mendarat di dermaga. Sampai besoknya di cottage di bilang niat mau bangun lebih cepet, sebelum dibangunin orang-orang. Dalam hati saya bilang “nggak apa-apa kok, kan ini kita lagi liburan,”

Walau semi backpacker, liburanny tetep puas, kita sempet mampir di Pulau Kelagian, Pulau Pahawang, Pahawang Kecil. Terus sisahnya feeding fish aja di depan “cottage”. Hanya dengan Rp.490 ribu (tambah Rp.40 ribu per hari buat sewa alat snorkling) sambil di perjalanan dengan perahu kecil kita juga disuguhi pemandangan bagus melewati sekian banyak pulau lho, liburan singkat yang nyenengin.

Yeeaaaay Indonesia, i love u muaaah. Yang nggak nyenengin itu ya, kalau kejadiannya seperti kak Putri yang ketibanan bambu perahu. I’m sorry to say kak, mungkin karena perahunya masih baru jadi perlu dipatenin dulu.

Sejak sampai di Pelabuhan Ketapang, kita ber-29 orang udah ganti baju berenang buat sesi snorkling of the day. Menumpang di sebuah rumah warga, ada juga toilet umum di sana. Jangan lupa siapin uang receh, soalnya ganti baju dan numpang ke toilet bayar Rp. 3000.

Oya disini kita juga ketemu sama “Pak Lurah” sebut aja begitu. Dia pemandu selama di Pahawang. Kenapa akhirnya dipanggil Pak Lurah, soalnya semua yang cewe-cewe dipanggil Bu Lurah yang cowo juga sahut Pak Lurah. Yaudah deh terserah aja, si pemandu yang jago renang dan sama baiknya sama Kokoh pemilik “cottage” tempat kita nginep. Yang nggak bisa berenang jangan takut, pasti diajarin. Kita semua juga seperti dianggap anak sama Kokoh pemilik cottage.

IMG_0314-1.JPG
lagi-lagi selfie sukaesih 😀 😀

Makan indomie dimana-mana ngehits banget lah kalo barengan Prita. Dan Freddy sepertinya juga ceesssan sama Prita kalau soal Indomie. Kita semua laper, tapi kan cuma dapet jatah makan 4 kali. Laku lah Kokoh jualan indomie yang cuma Rp. 4 ribu dan Rp. 5 ribu kalo pake telor. Terus karena saya menghindari banyak makan mie, padahal keburu laper di Ketapang belilah gado-gado di perhentian bus, nggak makan di tempat tapi dibungkus sambil pinjem sendok sama ibu penjualnya.

Sebut aja disini Made sama Hatni pagi-pagi laper beli gorengan. Terus bang Setian ngikut-ngikut beli gado-gado yang sampe di kapal nggak dimakan-makan. Lalu Lina, Selfi, sama temen-temennya punya banyak camilan, minta aja. Hehehe siangnya di Pulau Kelagian kita baru disediain makan siang dengan lauk ikan, kerupuk dan sayur.

Oya di Kelagian ada yang jual pop ice, lucunya blender ya nggak pake listrik. Kata si ibu penjual disini listrik cuma ada pas malem aja, jadi potongan-potongan es di aduk, diancurin sama alat pemutar blender tanpa listrik. Kemudian ada yang nyeletuk “eh ada chat time” …. *ngoooookk

IMG_0392.JPG
kan kan… selfie sukaesih mulu

Selfie jadi agenda yang menghibur setelah nyelem-nyeleman di air. Dimana saja dan kapan saja. Terus yang paling aneh dari dua hari snorkling main air, canoeing, main ke pulau adalah sosok misterius yang ngambil kancut si Hary. Bukan cuma kancut aja lho, tapi juga kacamata. Memang sih di depan kamar kita punya jemuran pakaian. Kancut yang hilang masih jadi misteri dan bahan becandaan di grup whatsap kita.

IMG_0428.PNG

Minat buat traveling bareng??? yuk kapannnnnnnn…. Hehehehe ke pulau mana gitu yang nggak mainstream. Next kepinginnya ke daerah Banyuwangi di Jawa Timur, perlu naik pesawat dulu ke Surabaya terus cusss dengan bus.

IMG_0406.JPG

Advertisements

2 thoughts on “Pahawang Trip – Pak Lurah, Selfie, dan Kancut yang Hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s