Traveling · Vietnam - Asia Tenggara

Travel to Chu Chi Tunnels, Wisata Perang Vietnam

DSCN0246
Patung tentara wanita di masa perang Vietnam

Bagi kamu yang sudah sering traveling ke pantai atau gunung, saatnya mencoba sesuatu yang berbeda! kalau mengenal sejarah lewat museum itu terkesan konvensional, so…. wisata perang ke sebuah lokasi persembunyian markas perang Vietnam di tahun 1960-an ini akan menarik banget.

Berhubung saya berniat untuk menamatkan misi perjalanan traveling ke Asia Tenggara, salah satu kota di Vietnam, Saigon, Ho Chi Minh City sudah lama jadi incaran saya. Selama hampir 4 hari disana, saya sempat ke Chu Chi Tunnel sebuah banker persembunyian, lorong bawah tanah. Ini ceritanya,….

Lokasinya yang lumayan jauh dari pusat kota Saigon, jadi hiburan tersendiri. Enjoy banget, karena jauh dari kemacetan, polusi yang berlebihan, meski masih harus pergi ke terminal bus. Yang saya juga suka, sebagai traveler bisa berinteraksi dengan penduduk lokal, plus pemandangan asri seperti melihat sawah ladang disepanjang perjalanan bersama bus.

Di bus secara absurd saya merasa nyaman walau sedang berada tempat asing, sambil ngedengerin lagu dengan bahasa yang tidak saya kenal. Musisi di Indonesia tampaknya memang jauh lebih baik dalam menciptakan nada-nada. Musik disana mirip-mirip lagu mandarin 😀

Lubang kecil yang merupakan pintu masuk banker, pemandu kami yang jahil mengagetkan kami semua dengan bunyi ledakan ketika membuka banker
Lubang kecil yang merupakan pintu masuk banker, pemandu yang jahil mengagetkan kami semua dengan bunyi ledakan ketika membuka banker

Seperti apa Chu Chi Tunnels?

Terowongan sepanjang 75 mil (121 km) ini berhasil bikin saya takjub. Karena saya pun sebagai orang yang lahir di era pasca perang bisa merasakan seperti apa ketika itu tentara perang Vietnam mengalami masa-masa hidup di terowongan bawah tanah. Tinggi terowongan jelas setengah dari tinggi badan orang Asia rata-rata.

Saat berjalan disepanjangnya kita harus merunduk hingga pundak pastinya pegal-pegal. Belum lagi dengan gangguan serangga atau binatang seperti kekelawar, bahkan kata sang pemandu sempat terjadi wabah malaria ketika itu. Hmmm bisa dibayangkan, nyamuk malaria di tengah hutan Chu Chi dan di dalam terowongan sangat suka tempat gelap, minim penerangan dan lembab seperti ini.

Seorang bule dengan postur besar tinggi agak kesulitan melewati terowongan itu, jelas aja. Tapi ajaibnya, si bule muat juga masuk ke dalam pintu banker yang ukurannya minimalis itu. Terus dengan iseng, pemandu kita ngagetin soalnya muncul di pintu banker lain, sekitar 100 meter jauhnya…. walah

Buat yang punya penyakit jantung atau takut kegelapan dan ruang sempit nggak diperbolehkan mengikuti tour ini. Saya merasakannya, itu memang akan berbahaya, soalnya keluar masuk terowongan itu melelahkan, nggak boleh kagetan juga kan pemandunya suka ngagetin kita. Beberapa kali kita teriak entah karena si pemandu pura-pura jadi patung atau ngilang dan muncul dengan bunyi ledakan. fuuuuiiih, kamu yang penakut jangan coba-coba.

Ohya sebelum menjalani tour dengan penjelasan dan keliling tempat-tempat di banker, kita akan diputarin sebuah film berdurasi 20 menit tentang kondisi perang Vietnam saat itu. Luar biasa bagi saya, bangsa Vietnam bisa membuat kuwalahan pasukan Amerika karena sistem banker yang mereka ciptakan ini.

Banker mereka canggih, jangan salah di lokasi hutan itu mereka buat sirkulasi udara supaya walau di dalam terowongan masih bisa ada oksigen masuk. Mereka punya ruangan senjata, ruang operasi seperti di rumah sakit, dapur umum untuk menyuplai makanan, bahkan terowongan ini juga terhubung dengan sumber air untuk mereka mandi dan memasak.

Seperti halnya perang, ada banyak ranjau dan jebakan yang disiapkan untuk musuh. Senjata mereka mungkin tidak secanggih Amerika, sama seperti Indonesia yang masih tradisional pakai bambu runcing, tapi ampuh. Dari sini kita jadi tahu, bangsa Vietnam cerdik juga dalam menghadapi musuh.

DSCN0244
Suasana hutan di Chu Chi

Hal yang lebih luar biasa lagi dari itu semua, menurut saya bangsa Vietnam secara unik mengemasnya menjadi wisata perang, yang buat orang-orang diseluruh dunia juga penasaran melihatnya. Ini catatan sejarah yang menarik, dari sini saya juga berpikir kalau orang Vietnam itu pemberani, bahkan para wanitanya juga ikut berperang.

Di akhir Tour, setelah pemandu berhasil membuat semua orang keringetan, kita diajak ke sebuah dapur. Di dekat dapur itu ada sistem pengairan tempat kita mencuci tangan. Disana kita juga diminta untuk mencicipi singkong rebus dengan bumbu kacang, taburan garam dan gula. Singkong rebus ternyata salah satu panganan mereka saat itu. Nyam-nyam, saya ketagihan nyobain singkongnya, karena laper habis ikutan perang a.k.a bersembunyi di dalam terowongan  🙂

How to get there?

1. Kalau kamu menginap di sekitar Ben Tahn Market, maka untuk sampai ke Chu Chi Tunnel bukan hal sulit. Terminal  bus yang dekat dari Ben Tanh Market (cek google maps) bisa ditempuh dengan berjalan kaki 10-15 menit. Pilih bus nomor 13 dengan tujuan Chu Chi, tarifnya 6000 Dong atau Rp.3500 dengan perjalanan sekitar 1 jam.

banker 1

Di salah satu banker yang merupakan tempat tentara Vietnam rapat. Patungnya seolah beneran ya?

2. Perhentian Bus akan sampai di sebuah terminal lain, lalu kita akan ganti menaiki bus bernomor 79 ke lokasi tunnels, tarifnya 4000 Dong saja (Jangan lupa kita bilang ke bapak kenek kalau mau ke Chu Chi Tunnel supaya diberhentikan di tempat yang tepat).

3. Yes, kita sampai di sebuah jalan besar. Dari jauh sudah kelihatan plang masuk kawasan Chu Chi Tunnel. Jalan sekitar 15 menit kita harus membeli tiket masuk seharga 90.000 Dong atau sekitar Rp.50.000.

By the way dari lokasi pembelian tiket, jalannya masih cukup jauh 500 meter masuk hutan yang pohonnya tinggi-tinggi menjulang ke langit. Untuk pulangnya ke Saigon Ho Chi Minh City, kita masih menggunakan bus yang sama, jadi nggak akan tersasar.

Terowongan yang gelap dengan bantuan penerangan senter
Terowongan yang gelap dengan bantuan penerangan senter. Karena sambil berjalan jadi shaging.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s