Cambodia - Asia Tenggara · Vietnam - Asia Tenggara

Overland Cambodia to Vietnam. Ini Slepper Bus atau Rumah Bordir?

Ketika pertama kali melewati perbatasan darat dua negara, apa yang terbayang? pasti berpikir, seperti apa kantor imigrasinya? gimana alat transportasinya? nah seperti itu juga yang saya pikirkan, moment yang jarang-jarang saya lewatin. Di negeri orang, pakai bus melewati perbatasan darat.

Dan sampai saat ini saya masih suka ketawa ngikik, kalau ingat perjalanan darat menggunakan sleeper bus dan night bus di perbatasan Vietnam dan Kamboja. Kenapa? soalnya orang lokal disana bisa kreatif banget ngada-ngadain fasilitas buat sleeper bus atau night bus mereka. Di Indonesia nggak ada loh, padahal kan kita juga punya banyak kota besar, orang kita suka mudik. Ini loh dicontoh kreatifnya orang Kamboja dan Vietnam.

Gambar
Sleeper bus dari travel agent The Sinh Tourist, Saigon menuju Muine, perjalanan 6 jam

 

Kalau naik bus malam itu sudah biasa, so’ sleeper bus akan bikin kamu melongo kaget. Yap! Setelah sehari penuh berada di Siem Riep untuk tour keliling Angkor Wat, heritage site UNESCO kita balik dong menuju Phenom Penh buat tour di Killing Field dan sisah-sisah kekejaman Khamer.

Dekat dengan Night Market lokasi sleeper bus kita, sambil belanja oleh-oleh kita nungguin bis jam 10 malam. Namanya juga sleeper bus, berangkatnya juga malam, dini hari masih ditengah jalan, terus sampai di lokasi pagi. Dari jauh kita udah merhatiin bus penuh lampu-lampu, kedap kedip ala disko. Sumpah norak banget, mungkin ini bus mirip sama angkot-angkot yang ada di Medan yang katanya banyak hiasan-hiasan gitu.

“Seriusan nih bus kita ya buat ke Phenom Phen,” kata saya dalam hati.

Eh betulan, saya sama tiga teman lainnya disuruh naik. Sebelum naik, kita diminta untuk lepas alas kaki, dikasih plastik buat bungkus sendal. Tiap orang udah ditentuin juga dimana nomor tempat tidurnya. Aiiiiih, beruntungnya saya kan pergi berempat, dan perempuan semua, soalnya sleeper bus ini satu tempat tidur untuk dua nomor yang berdekatan. Gimana ya kalau saat itu saya traveling sendiri seperti saat mau ke Siem Riep kemarin? LOL

Gambar
Ika dan Hatni di Sleeper bus yang mirip rumah bordir itu, banyak lampu warna-warni (bikin sakit mata)

Ika sama Hatni, yang barengan sama saya sibuk foto-foto, katanya ini sleeper bus mirip rumah bordir, gara-gara lampu diskonya. Huahahaa, beneran. Tapi saya keburu capek, begitu juga Prita yang batuk-batuk terus sepanjang hari. Beda dengan perjalanan saat menuju Siem Riep yang penuh jalanan berpasir dan rusak parah. Sleeper bus bebas melenggang di jalan raya dengan mulus. Sepertinya bus ini lewat rute berbeda. Soalnya sama sekali tidak terasa  guncangan, seperti waktu saya loncat-loncatan di mini van. fufufufufu, malam itu kita tidur nyenyak. Walaupun kasur kita tipis, tapi kaki kita betul-betul selonjoran, diseberang tempat tidur lainnya cuma dibatasi hordeng. Kepala kita pakai bantal empuk dan dikasih selimut. Cuma AC -nya dingin banget pagi-pagi baru terasa kalau badan kita menggigil. Beruntung lagi saya bawa selimut cadangan 😀

Oya, di sleeper bus rumah bordir seharga 13 USD ini kita disediain tempat untuk men-charge batere ponsel, ada juga headset buat dengerin musik. Ya tapi jangan tanya deh, headset-nya nggak fungsi. Lagi pula kita udah kecapekan dan dengan pulas beranjak ke alam mimpi.

Kita nggak cuma sekali naik sleeper bus loh, waktu ke Muine buat tour sunset di padang pasir juga. Sleeper bus kali ini nggak se-norak waktu ke Phenom Phen, hehehe. Kita beli tiket via online di Sin Tourist. Kantor The Sinh Tourist deket banget di seputaran Saigon, deket sama Ben Thanh Market dan Terminal Bus. Tapi kita naik percisdi depan kantor The Sinh Tourist. Sebelum berangkat bisa gratis wifi-an disini, toiletnya juga bersih (maklum di negeri orang, maunya cari toilet bersih). Pelayanannya oke, harganya juga dari Saigon ke Muine tarifnya Rp. 132 ribu saja.

Advertisements

9 thoughts on “Overland Cambodia to Vietnam. Ini Slepper Bus atau Rumah Bordir?

  1. Hai
    Sy dan beberapa teman akan menjalani tur ke Kamboja dan Vietnam.
    Udh baca beberapa blog perjalanan, sepertinya 2 negara itu pantas dijalani ya. Baiklah. Mgkn kamu bisa kasi saran utk perjalanan kami yg direncanakan tgl 16 s.d 21 Juli 2015 (pergi dan sampai kembali ke Jkt).

    1. Adakah travel yg dpt dipercaya utk menjalani tur 2 negara tsb dg harga yg reasonable ?
    2. Kondisi keamanan di perjalanan aman kah ?
    3. Mnrt pengalaman kamu, jika sdh pernah, selisih harga antara pake tour dan pergi sendiri jauh gak ? Trus gmn soal target lbh efisien yg mana ?

    Tks atas perhatian dan sarannya ditunggu.

    1. Pertama tetapkan dl tujuan km disana mau ke mana? Vietnam punya banyak site. Kl travel agent yg ngantar ke lokasi sy percaya pakai bus Sinh tourist buat menuju kota lain sprti Muine. Tapi utk Taxi saya sarankan jgn.. Krn bnyk penipuan memakai taxi.

      Transportasi bisa mnggunakan bus. Km bisa baca tulisan blog sy utk ke wisata perang Tunnel dan no kendaraannya. Itu secara lngkp ditulis dan pergi ke Tunnel tdk perlu Tour guide. Kecuali kl paket wisata ke sungai Mekong sprtiny perlu.

  2. LoL , ternyata bentuknya macem-macem ya. Kalau aku pasti matanya udah sakit, bukannya rileks di perjalanan tapi malah tegang 😀 .Yang 3 deret itu sebenernya paling enak kalau travelingnya sendiri. Kalau bednya buat 2 orang agak aneh juga kalau harus tidur di sebelah orang asing.

    1. iya, ini lagi beruntung aja random banget bisa kedapatan bus aneh yang dari jauh punya lampu disko warna warni. Sayangnya nggak difoto pas masih di luar bus nya,.. takut ditinggal… hahahha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s