BALI - Indonesia · The Journey · Traveling

Menikmati Semilir Angin Pantai Pandawa – Bali

 

Di Bali, pantai itu ada banyak banget. Salah satunya, Pandawa ini, terletak di Kuta Selatan.  Pantainya terbilang sepi, karena lumayan jauh dari pusat Kuta. Meski lumayan perlu usaha untuk bisa kemari, tetep banyak kok wisatawan asing yang bela-belain menyambangi. Malah aku jarang ketemu sesama orang Indonesia disini kecuali penduduk lokal. Kebanyakan yang aku temui banyak dari Jepang, ternyata benar ya turis Jepang itu suka sama Bali.  Di bandara pun ketika pulang ketemu dengan banyak Japanese lainnya.

Kebetulan juga untuk mencapai Pandawa Beach beserta pemandangan tebing, juga patung-patung buatannya aku memakai shuttle bus dari Harris Hotel yang free untuk tamunya. Dalam sehari mereka punya dua kali bus yang akan mengantar turis ke Pandawa Beach dan satu lagi ke Uluwatu. Shuttle bus ini cukup memudahkan, soalnya kan bingung juga bagaimana cara ke Pantai tanpa menyewa taxi atau motor. Karena shuttle bus ini kita tinggal duduk manis disetirin sama driver Harris Hotel 🙂

Gambar

Pasir pantainya putih, tapi tidak terlalu halus. Kalau kamu berkeinginan menikmati sunset disini, mungkin bukan disini tempatnya, karena sunset disini terlihat menyamping dari laut. Jadi kalau kamu lagi asik berjemur, maka matahari tenggelam itu menyamping dari arah laut yang kamu lihat.

Disekitar pantai kita bisa jumpai kios-kios penjual makanan ringan. Kamu bisa menemukan rujak, buah, minuman ringan. Jangan lupa sebelum pulang, belilah oleh-oleh khas Pandawa berupa kerupuk rumput laut, atau olahan rumput laut lainnya. Hitung-hitung kamu juga turut memberdayakan petani rumput laut setempat.

Disekitar Pandawa aku nggak menemukan hotel terdekat dengan pantai, hanya ada tebing kapur tinggi yang dibentuk dan dihiasi patung-patung buatan.  Selebihnya sebuah suguhan alam yang belum banyak berubah.

Berdiam diri sambil menikmati semilir udara pantai itu menyenangkan banget, tapi sayangnya shuttle bus sudah menunggu. Hanya bisa berkeliling dan menikmati alam Pandawa dan pantainya dua jam saja. Pukul 5 sore kami kembali ke hotel bersama turis lainnya. Sedikit nggak enak ketika aku dan travelmate sampai di shhuttle bus, karena kelihatannya, para turis Jepang yang barengan dengan kami ternyata sudah menunggu. Ternyata mereka menunggu kita berdua yang keasikan main dan menikmati Pantai Pandawa. Ah,…sedari dulu aku memang sudah jatuh cinta pada pantai, dimana pun juga pantai itu berada. Baunya, bau laut dan matahari, pasirnya yang menyentuh permukaan telapak kaki. Bau pantai itu akan selalu membuat rindu, seperti halnya juga selalu rindu untuk mengunjungi lagi Bali.

 

Gambar

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s