LIFE · story · The Journey · Traveling

Here We Go, IndoChina

image

Sebelum memutuskan untuk pergi menjelajah ke negara Kamboja dan Vietnam, saya sempet nanya ke teman-teman komunitas backpacker dunia via Facebook. Negara mana sih, yang cocok buat orang yang pertama kali solo traveling? Jawabannya beragam, tapi dua yang dominan bilang kalo India akan menantang (by the way turis Denmark kan baru kena kasus pelecehan disana), lalu opsi lainnya Indochina.

Melihat budget, kantong seorang jurnalis, Indochina sih masih terbilang masuk akal. Nggak perlu nabung terlalu lama, juga soal masalah keamanan yang buat pemula seperti saya ini cukup lah buat pemanasan. Then,… akhirnya Indochina jadi tujuan saya, ya walau nggak semua negaranya dilewatin. Berhubung nggak cukup juga waktu cutinya, yang penting dan saya kejar adalah kualitas perjalanannya bukan banyaknya negara.

Kenapa sih dengan solo traveling? Di Jakarta aja udah sering mandiri kemana-mana, terus jalan-jalan pun apa sendiri lagi? Membayangkan ini saya berpikir ulang, tapi lagi-lagi setelah riset, baca-baca, dan bertanya ke semua teman yang pengalaman, sebagian besar bilang justru solo traveling itu sangat seru. Kita nggak akan kekurangan teman, justru tambah teman sesama traveler dari berbagai belahan dunia. Huuummmm, saya jadi nggak sabar buat petualangan kali ini.

Kemana aja kalo gitu, lagi-lagi ini persoalan pilihan. Awalnya via Bangkok saya ingin menyebrangi perbatasan Kamboja, lalu lewat jalur darat sampai di Ho Chi Minh city, Vietnam. Tapi menjelang isued tiket pesawat, sambil memantau perkembangan politik di Thailand rasa-rasanya memang kurang aman buat kesana. Sempat juga terpikir, ahh sekalian seru liat orang Thailand demo, bisa buat ceritanya di blog bla bla bla… oke tapi saya tidak menemukan tiket termurah buat ke Bangkok. Jadi saya pilih dari Jakarta langsung ke Kamboja, Pheno Phen, namun pilihannya semua jadwal pesawat transit ke Singapura. (Oh baiklah, hello boring country)

Berhubung solo traveling, soal booking pesawat sampai hostel dan lain-lain saya harus atur sendiri tanpa bantuan atau diskusi bareng travel mate, jadi kali ini saya cuma bisa mengandalkan kartu debit ATM saja. Maklumlah, memang sengaja nggak pakai kartu kredit. Semua beres lewat debit ATM,… fuiiiiihh. Termasuk tiket pulangnya yang saya beli via nusatrip.com karena cuma situs ini yang jual tiket dengan rupiah, sementara maskapai penerbangan memakai kurs Dollar yang tidak bisa dengan debit ATM.

Oya sebenarnya saya nggak sendirian-sendirian banget sih perginya, karena di Ho Chi Minh City juga bakal ketemu dengan teman-teman traveler yang pernah bareng ke Kepulauan Seribu Jakarta.

Advertisements

2 thoughts on “Here We Go, IndoChina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s