Malaysia - Asia Tenggara · The Journey · Traveling

Ini yang katanya “Truly Asia”

Malaysia punya slogan buat pariwisatanya berjudul “Truly Asia”, mari cari tahu dimana karakter yang buat mereka berani mengklaim kalau disana benar-benar Asia?. Daerah seperti Kuala Lumpur (KL), kawasan Bukit Bintang, dan Petaling Street adalah beberapa tempat yang cukup ramai sekaligus disebut dalam buku sakti para traveler, Lonely Planet sebagai must visit place, dari tempat ini kita bisa cari tahu apa pesan dari “Truly Asia” tadi, seperti apa sih?

IMG-20130404-00372
Dibawah Stasiun Pemberhentian Komuter, Imbi. Tak Jauh dari Kawasan Bukit Bintang

Negara yang satu ini, Malaysia, tetangga dekat, yang masih serumpun tapi sempat sering salah paham. Bila diulik lagi konflik wilayah yang merembet sengketa, saling klaim pulau atau kepemilikian kebudayaan antara Indonesia dengan negeri jiran sudah terjadi sejak era Presiden Soekarno di tahun 1960-an. Ada kata “Ganyang Malaysia” di buku-buku sejarah waktu SD hingga SMA. Gimana nggak membekas, dari kecil kita sudah dicekokin sejarah konflik dengan tetangga.

Saya agak apriori karena beberapa yang saya temui kurang ramah. Ditanya surau atau musholla, atau masjid nggak tahu. Bukannya disini muslimnya cukup banyak (kalau ini rasanya agak sensitif, mungkin saja yang saya tanya ternyata non muslim) lalu saat akhirnya ketemu musholla itu cuma ruang sempit di sebuah pusat perbelanjaan yang ala kadarnya. Saat itu juga rasanya langsung bersyukur sama musholla yang lebih baik di Jakarta dan kepingin cepet pulang ke rumah.

IMG-20130405-00423
Suasana Kota di Dekat Berjaya Square

Balik lagi tentang “Truly Asia”, Malaysia demikian menyebut dirinya sebagai yang betul-betul Asia mungkin karena disini kamu bisa melihat wajah-wajah yang “Asia Banget” perwakilan dari etnis India, Cina, Melayu, dan mungkin juga Arab (India yang mirip Arab). Negara dan penduduknya yang lebih kecil berjumlah sekitar 20 juta-an (bandingin dengan Indonesia yang 250 juta) dan 6 juta-an di seputar KL membuat wajah-wajah campuran etnis Asia tadi berbaur. Kesannya jadi lagi ada di Asia, bahkan nggak cuma itu, makanannya juga. Berbagai restoran India, Cina, Arab, Melayu berjejer di kawasan tempat wara-wiri nya turis seperti Bukit Bintang bederetan juga dengan penginapan.

Atmosfer yang paling terasa kental kesan Asia juga bisa dijumpai jika kamu berjalan di  seputar Petaling Street. Waktu itu saya berjalan di kawasan etnis India dan mendengar lagu India lagi disetel kenceng banget, kali lainnya di kawasan toko-toko beretnis Cina lagu mandarin melengking naudzubila. Terus yang nggak kalah lagu-lagu Melayu macam ST12, D’Masive, atau Peterpan juga membahana di toko-toko souvenir (Oh jadi gini selera mereka, langsung gubrakkk).

Percampuran budaya dari Cina, India, Melayu juga ditunjukan dari bangunan kuil-kuil yang ada. Tak jarang bisa dijumpai Kuil India dan Cina berseberangan, terletak di banyak sudut. Tapi kesan Asia menurut saya cuma sebatas wajah dan makanan mereka. Selebihnya seperti keramahtamahan orang Asia, toleransi yang dipunya di negara kita, dan kebersatuan? rasanya jadi bersyukur cuma kita Indonesia yang beragam-ragam suku bangsa tapi tidak sendiri-sendiri dan memiliki rasa persatuan.

Di negeri jiran

(Dyah Ayu Pamela)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s