LIFE · love · story · The Journey · Traveling

Never Bored to Have a New Experience, Traveling!

image

Hobi yang bernama traveling, tiba-tiba aja jadi trend dalam kurun waktu 5-10 tahun terakhir. Promo tiket low cost budget mungkin itu salah satu yang jadi penyebabnya. Benarkah? Bisa jadi! Bahkan pernah ada salah satu maskapai yang menerapkan Rp. 0 alias gratis. Siapa yang nggak mau gratis. Satu kata yang sangat laku di negara tercinta.

Tapi sebenarnya orang yang hobinya jalan-jalan pasti sudah dari dulu-dulu, sebelum ada tiket pesawat murah itu. Nggak usah jauh-jauh, contohnya gw. Dari kuliah waktu itu tahun 2004 dan sesudahnya gw suka banget baca bukunya Trinity “Naked Traveler” jilid 1 sampai jilid terakhir pun punya. Meski hanya membaca, tapi angan-angan selalu membawa gw terbang kemana-mana. Bahkan lucunya, di buku diary waktu SMA ada klipingan iklan dari koran untuk trip ke Jepang. Maklumlah saat itu kan gw pengemar berat drama dan kartun-kartun Jepang.

Selain Naked Traveler, ada banyak buku traveling yang gw baca. Terakhir aku membaca buku traveling yang berbau-bau religius “99 Cahaya di Langit Eropa” karangan Hanum Salsabila, putrinya Amien Rais. Gw buku ini, isinya cerdas karena tak hanya soal menjelajah bumi eropa, seperti kebayakan buku taveling. Didalamnya si penulis juga membumbui cerita sejarah kejayaan Islam dan pengetahuan-pengetahuan yang selayaknya diketahui sebagai muslim. Ada traumatis bagi sekalangan penduduk Eropa, hingga akhirnya mereka tidak memiliki agama.

By the way, waktu berjalan hingga beberapa lama lepas wisuda mimpi dan angan-angan jadi kenyataan, yap! bekerja sebagai wartawan. Ternyata profesi inilah yang mengantarkan ke banyak tempat. Memang sih, belum dari Sabang sampai Merauke, tapi pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, tentu saja Jawa, Nusa Tenggara dan yang paling indah, Papua sudah pernah disingahi. Padahal my dreams come true ini dijalani bukan karena iming-iming ke berbagai tempat tadi.

Waktu itu sebatas jalan-jalan sekalian tugas meliput, namun sekarang tugas meliput ke luar kota atau luar negeri (baru juga satu kali) jarang-jarang. Hehe, tapi sekalinya tugas pasti itu acara penting. Suatu kali saat meliput kunjungan kerja Ketua DPD, Irman Gusman ke Lampung gw ketemu mbak Elok Dyah Meswati, wartawan Kompas. Barangkali itulah pertama kalinya gw disusupi hembusan baru bernama backpacker ke luar negeri.

“Jalan-jalan ke luar negeri itu bukan barang mahal, saya pernah dapat tiket kurang dari Rp.100rb an ke S’pore,” sesumbar mbak Elok, waktu mengobrol di bis yang membawa kami ke sebuah pasar di Bandar Lampung.

Selagi makan siang di rumah jabatan Gubernur Lampung, obrolan itu berlanjut diikuti beberapa reporter lain seumuran gw yang ikut nimbrung. Dalam sekejap, kami seperti terhasut. Pintar mbak Elok ini. Sambil membuka komputer wanita paruh baya yang kira-kira seumuran redaktur gw ini kembali bercerita. Tentang dia yang menulis buku traveling hematnya ke Australia dengan menjadi anggota Couchsurfing. Nggak cuma menulis buku, mbak Elok ternyata adalah ketua dan pendiri dari Komunitas Backpacker Dunia. Setiap bulan pasti mengadakan pertemuan, saling sharing tentang perjalanan ke luar negeri. Makin terbuailah kami, reporter-reporter muda dengan cerita mbak Elok. Lalu melalui Facebook kami di tambahkan sebagai anggota Komunitas Backpacker Dunia.

Gw nggak cuma dapat cerita soal traveling, tapi berbuntut cerita lainnya. Soal kerja wartawan dan nasehat hidup. Gw juga jadi tahu kalau Pimred Koran tempat gw kerja dulu sering demo demo bareng mbak Elok. Hahaha mengejutkan ceritanya.

“Kamu mau jadi wartawan terus? mendingan juga wirausaha,”

“Saya banyak belajar mbak, untuk sekarang saya masih suka jadi wartawan,” jawab gw polos

Waktu itu bulan Februari 2012, sebulan kemudian, Maret, gw niatin buat pasport. Taraaa, pasport itu jadi dalam dua hari. Bulan-bulan selanjutnya gw nggak langsung pergi, karena baru saja mengambil cuti.

Traveling itu nggak selamanya menyenangkan. Itu kesimpulan yang gw dapat diawal-awal, meski begitu bukan berarti kapok. Disitulah letak kesenangannya, heran ya kita-kita yang suka jalan-jalan ini justru tak kenal lelah tersasar atau merasa kecapekan hingga rasanya betis kami mau meledak. Karena suka jalan-jalan, gw jadi punya banyak kawan, makin bersyukur dan mencintai negeri sendiri, dan hikmah lainnya. Salah satunya, karena traveling gw juga makin semangat untuk belajar bahasa Inggris. Juga makin menghargai waktu shalat, tahu sendiri betapa perjuangannya untuk mencari masjid, memilah milih makanan halal. Waktu di Malaysia yang penduduk muslimnya relatif banyak saja, gw kesulitan. Dan perlu diketahui, gw hanya menemukan musholah terbaik di sebuah mall ya hanya di negeri sendiri. Ruangnya luas, ber-AC, dan tidak akan diusir-usir oleh ibu-ibu Indian muslim karena tidak pakai hijab saat ke masjid.

Traveling itu juga belum tentu mahal dan traveling bukanlah milik mereka yang berkantong sangat tebal. Coba bandingkan dengan kebiasaan kita untuk makan sushi atau belanja barang-barang yang kadang kurang penting. Adakalanya kita harus lebih menghargai jerih payah hasil bekerja dengan bijaksana saat menabung. Salah satunya juga menabung untuk traveling. Nggak perlu banyak-banyak sampai harus puasa senin kamis. Hitunglah bila kita suka menghambur-hamburkan uang. Bandingkan dengan konversi mata uang Dollar, misalnya 1 Dolar sama dengan hampir 10 ribu rupiah. Itu seperti kita kalau patungan dengan teman saat naik taxi dan 1 Dollar atau 1 Ringgit yang kurs nya mencapai 3500 Rupiah bisa untuk beli tiket commuterline. Bisa untuk membeli segelas teh tarik. Cara ini pasti akan membuat kita berpikir ulang menggunakan uang untuk sesuatu yang lebih baik.

I am traveler

(Dyah Ayu Pamela)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s