story

Belitung, Pesona Pusat Batu Granit Dunia

Negeri Serumpun Sebalai, sebutan Bangka Belitung yang berarti Bangsa serumpun yang duduk dalam balai (tempat kumpul) yg sama. Keduanya merupakan dua pulau terpisah namun memiliki kesamaan akar budaya.

 

Dua pulau ini belakangan menjadi primadona kunjungan wisata, domestik maupun mancanegara. Terkenal berkat keindahan pantai yang diatasnya terdapat kumpulan batu-batu granit beraneka macam ukuran, mulai dari yang kecil hingga sebesar rumah.

 

Entah dari mana datangnya batu-batu itu tapi menurut cerita, Bangka Belitung adalah pusat batu granit dunia. Bila melihat lagi puluhan meter ke bawah laut, batu granit  hingga ke atas laut masih menancap lagi, mungkin lebih besar lagi. Menurut penelitian 12 km didasar permukaan belitung dipenuhi dgn batu granit, karena itu pernah akan dibangun bangka nuklir untuk pusat nuklir di indonesia yang pertama-tama dibangun di bangka namun sampai sekarang belum dibangun.

 

Batu granit di Bangka Belitung sudah ada sejak lama. Berkaitan dengan pusat granit dunia, garisnya sudah dimulai dari Brazil, di Negara-negara Asia, di Lampung di daerah pegunungan, tapi di belitung dimana-mana ada, bahkan digunakan untuk batu pondasi rumah. Menurut penduduk saking banyaknya batu granit, saat menggali sumur juga akan ketemu batu granit.

 

Banyak wisatawan yang keliru saat akan berkunjung ke tempat ini, kebanyakan mengira Bangka Belitung merupakan satu pulau. Ada pula yang mengira jarak antara Bangka dan Belitung cukup dekat, padahal butuh perjalanan laut lebih dari 4jam menggunakan jet foil untuk mencapai Pulau Belitung dari Bangka, sedangkan bila berangkat dari Jakarta menuju Belitung cukup dengan 45 menit perjalanan udara dari Bandara Soekarno Hatta.

 

Jika dibandingkan antara pantai di Bangka dan Belitung, pantai di Pulau Belitung jauh lebih indah. Seperti Pantai Tanjung Tinggi, pantai ini berjarak 31 KM dari kota Tanjungpandan, panjang garis pantainya mencapai lebih dari 20 KM. Pantai Tanjung Tinggi termasuk salah satu pantai yang indah di Belitung, maka tak heran syuting film Laskar pelangi dari Novel karya Andrea Hirata pun dilakukan disini.

 

Beberapa tahun belakangan memang Belitung banyak dilirik wisatawan sebagai tempat objek wisata. Menurut Edi Nasapta, salah satu Tourist guide di Belitung sebelum kemunculan film Laskar Pelangi sudah banyak wisatawan yang datang ke Belitung. Komunitas-komunitas tertentu seperti komunitas photografer dari luar negeri contohnya jepang, tapi saat ini sudah jarang. Setelah Film Laskar Pelangi siapa pun datang. Perkembangan pariwisatanya pun melonjak tinggi, mengalami kenaikan ribuan persen, banyak hotel2 bermunculan.

 

“Sekarang wisatawan domestik pun banyak yang datang terutama dari daerah jawa, jogja, surabaya paling terbanyak terutama jakarta,” ungkapnya.

 

Berada disebelah Pantai Tanjung Tinggi terdapat pula pantai Penyairan yang nantinya akan dibangun Museum Maritim Indonesia. Di bagian utara belitung, sekian puluh kilo meter hingga ke ujung Mungsang potensi wisatanya sudah digarap dan termasuk tempat tujuan tour pulau di Belitung.

 

Saat ini wisata di Belitung masih terbatas wisata bahari, seperti wisata pantai, menyelam, dan snorkling. Gugusan  terumbu karangnya memang tidak sebagus yang ada di Papua. Snorkling di sekitar pulau lengkuas masih sepersepuluh dari yang ada di Pulau Mindanau yang khusus untuk diving, hanya saja Belitung untuk alam bawah lautnya yang terbaiknya justru ada di belitung timur, daerah pulau mempaya. Daerah di Belitung Timur ini yang belum digarap. Padahal potensinya besar sekali.

 

Potensi yang besar itu memang sedang digiatkan pemerintah, salah satunya dengan menyelenggarakan even internasional Sail Belitung dan Sail Wakatobi yang dilakukan secara bersamaan pada 5-12 Oktober 2011 mendatang, pembukaanya dipilih oleh Presiden di Belitung. Ada banyak kegiatan dalam even Sail Belitung, seperti catur bawah laut yang dipersiapkan oleh Persatuan Olah raga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).

 

Diperkirakan akan ada banyak turis asing yang datang untuk berkunjung dalam even Sail Belitung. Tanjung Kelayang sebagai tempat mendarat ratusan kapal-kapal layar dari berbagai penjuru dunia sengaja dipilih karena keindahannya. Tanjung Kelayang dikelilingi pulau-pulau kecil. Disini ada 7 pulau yang dijadikan tujuan kunjungan turis. Seperti Pulau pasir, pulau kepayang, pulau Burung, dan pulau Lengkuas yang ditandai dengan mercusuar yang sudah dibangun sejak tahun 1882.

 

Potensi pariwisata di Belitung masih tak terhitung jumlahnya, belum semuanya tergali. Masyarakatnya pun hanya sekelumit kecil  yang mengandalkan ekonominya dari sektor pariwisata. Transportasi bagi wisatawan di Belitung pun belum terjangkau. Untuk berkeliling Belitung, wisatawan harus menyewa mobil yang harga sewanya bisa mencapai 500ribu per hari. (Dyah ayu pamela)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s